DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM SST.,M.Kes
MATA KULIAH
: PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN - A
“LAPORAN PEMERIKSAAN LOGAM-LOGAM BERAT PADA
MAKANAN ARSEN DAN PB”
Oleh:
FITRIANI
HAMZA
PO.71.4.221.15.1.057
D-IV/II B
KEMENTRIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI
D.IV
2017
PEMERIKSAAN
TIMBAL (PB)
A.
DASAR TEORI
Timbal (Pb) adalah logam
berat beracun dan berbahaya yang dapat meracuni lingkungan dan mempunyai dampak
pada seluruh sistem didalam tubuh. Salah satu polutan yang dihasilkan kendaraan
bermotor yaitu timbal (Pb). Timbal (Pb) dapat masuk ke tubuh melalui makanan
jajanan yang dijual dipinggir jalan dalam keadaan terbuka. Hal ini akan lebih
berbahaya lagi apabila makanan tersebut dipajankan dalam waktu yang lama. Kontaminasi
timbal di lingkung dapat terjadi pada makanan/minuman, air, udara, dan tanah.
Sumber cemaran timbal lainnya adalah peralatan dapur seperti yang terbuat dari
porselin, khususnya yang digunakan untuk memasak dan menyajikan makanan. Selain
itu, air minum yang disalurkan lewat pipa timbal akan tinggi kandungan timbal
yang terlarut dalam air tersebut. Cemaran logam dalam produk pangan olahan yang
diatur dalam keputusan Dirjen POM tersebut meliputi Arsen (Ar) 0,25 ppm,
Cadmium (Cd) 0,2 ppm, Merkuri (Hg) 0,03 ppm, Timah (Sn) 40 ppm dan Timbal (Pb) 0,25
ppm.
Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa food borne
disease dapat disebabkan oleh bahan kimia seperti logam berat. Logam berat
dapat menyebabkan timbulnnya suatu bahaya pada makhluk hidup, karena logam
berat tersebut mempunyai sifat yang merusak jaringan tubuh makhluk hidup. Menurut
Kepmenkes No:1098/Menkes/SK/VII/2003 dan Peraturan Pemerintah RI No. 28 Tahun
2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan. Pada pasal 9 PP No. 28 Tahun 2004
dijelaskan bahwa cara produksi pangan siap saji yang baik harus memperhatikan
aspek keamanan pangan dengan cara mencegah tercemarnya pangan siap saji oleh
cemaran biologis yang mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan. Namun
pada kenyataannya hanya sedikit dari penjual makanan yang mematuhi
aturan-aturan tersebut dan biasanya hanya dilaksanakan oleh penjual makanan
yang dikelola dengan baik.
B.
TUJUAN
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengidentifikasi Pb
pada makanan.
2. Mahasiswa dapat mengetahui makanan yang mengandung
Pb.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
2. Bahan
D. PROSEDUR PEMERIKSAAN
Ø Timbangan di netralkan (0,0) dengan menekan tombol
(tare fuction B).
Ø Timbang sampel ubi goreng sebanyak 25 gr.
Ø Kemudian sampel ditumbuk sampai halus menggunakan
Mortal dan pestle sambil menambahkan aquades sedikit demi sedikit sampai 50 ml
bahan yang dihaluskan.
Ø Setelah sampel tersebut halus masukkan sampel
kedalam gelas ukur 80 ml samapai 50 ml.
Ø Lalu pindahkan sampel tersebut kedalam gelas ukur sebanyak
5 ml.
Ø Sampel ubi goreng yang telah dipindahkan di gelas
sampel kita ukur timbalnya (PB). sebelum mengukur, kita tambahkan cairan reagen
pb sebanyak 3 tetes. Selanjutnya pindahkan sampel kedalam kuvet dan pastikan
kuvet tersebut kering, ukur kadar timbalnya dengan menggunakan alat
spectroquant nova 60.
Ø Tunggu dan baca hasilnya.
E.
HASIL
Pemeriksaan Timbal (Pb) pada Ubi goreng
Pada pemeriksaan yang sudah dilakukan di Lab Kimia Kesehatan Lingkungan
Poltekkes Makassar, hasilnya positif mengandung timbal (Pb) dengan jumlah 1,534 mg/l x 2 (pengenceran)= 3,068 mg/l.
F. ANALISA HASIL
Dari praktikum yang dilakukan pada pemeriksaan
timbal (Pb) pada ubi goreng menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)
dimana fungsi metode SSA ini untuk analisis penentuan unsur-unsur logam, bahan
di tumbuk halus dan di campur dengan aquades sehingga homogen mempermudah dalam
pemeriksaan Pb. Fungsi reagen sendiri yaitu digunakan pengujian dan
menganalisis bahan kimia, penggunaan metode SSA untuk mengetahui kadar timbal
(Pb) pada makanan.
G. KESIMPULAN
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sampel yang
dianalisis menunjukkan terdeteksi adanya cemaran logam berat Timbal (Pb)
sebanyak 3,068 mg/l pada sampel pangan jajanan ( ubi goreng ) yang dijajakan di
BTN. Minasaupa Blok M dapat dikatakan tidak aman untuk dikonsumsi karena
melebihi ambang batas cemaran yang ditentukan. Yaitu cemaran logam dalam produk
pangan olahan yang diatur dalam keputusan Dirjen POM tersebut adalah Timbal
(Pb) 0,25 ppm.
PEMERIKSAAN
ARSEN
A.
DASAR TEORI
Arsen
(As) atau sering disebut arsenik adalah suatu zat kimia yang ditemukan sekitar
abad-13. Sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang
berupa substansi inorganik. Arsen inorganik dapat larut dalam air atau
berbentuk gas dan terpapar pada manusia. Menurut National Institute for
Occupational Safety and Health (1975), arsen inorganik bertanggung jawab
terhadap berbagai gangguan kesehatan kronis, terutama kanker. Arsen juga dapat
merusak ginjal dan bersifat racun yang sangat kuat.
Arsen
terkandung dalam ikan dan makanan laut lainnya, seperti udang, cumi-cumi, dan
kerang. Kandungan arsen dalam makanan laut mencapai angka lebih dari 4,5
mikrogram arsen/g berat basah. Arsen juga terdapat dalam daging dan sayur-sayuran,
namun jumlahnya amat kecil.
Kontaminasi
As di lingkungan perairan laut memberikan dampak yang merugikan, terutama di
daerah di mana kegiatan industri yang membuang limbahnya yang mengandung As
jenis arsenous oxide/arsenite yang secara akut dan kronis beracun terhadap
kehidupan perairan laut (UNEP, 1988). Selanjutnya, karena senyawa As dalam
jumlah yang signifikan ditemukan pada organisme perairan laut; hal ini
menimbulkan tanda tanya mengenai risikonya terhadap manusia manakala
mengkonsumsi makanan dari laut.
B.
TUJUAN
1.
Mahasiswa dapat mengetahui dan mengidentifikasi arsen pada makanan.
2.
Mahasiswa dapat mengetahui makanan yang mengandung arsen
C.
ALAT DAN BAHAN
1.
Alat
2.
Bahan
D. PROSEDUR PEMERIKSAAN
Ø Timbang sampel sebanyak 25 gram
Ø Haluskan sampel menggunakan Mortal dan pestle
Ø Masukkan sampel yang telah halus ke dalam gelas
ukur
Ø Masukkan aquades sebanyak 50 ml ke gelas ukur, aduk
agar homogen
Ø Setelah itu masukkan sampel kedalam tabung sebanyak
5 ml
Ø Tambahkan As 1 satu sendok kemudian goyangkan
Ø Tambahkan As 2 satu sendok kemudian goyangkan
Ø Buka tempat test strip bewarna hitam (flip) yang
menyatu pada pada tutup tabung reaksi lalu masukkan sampel segera masukkan test
strip kedalam tempat tersebut, lalu tutup.
Ø Tunggu selama 20 menit, lalu bandingkan dengan indikator
warna pada tabung tes strip.
E.
HASIL
Pemeriksaan Arsen pada Udang
Pada pemeriksaan yang sudah dilakukan di Lab Kimia Kesehatan Lingkungan
Poltekkes Makassar, hasilnya negatif (0), tidak mengandung Arsen (As).
F. ANALISA HASIL
Dari praktikum yang dilakukan pada pemeriksaan
Arsen (As) pada udang menggunakan test kit dimana fungsi test kit ini untuk uji
kualitatif keberadaan Arsen, bahan di tumbuk halus dan di campur dengan aquades
sehingga homogen mempermudah dalam pemeriksaan As. Fungsi reagen sendiri yaitu
digunakan pengujian dan menganalisis bahan kimia, penggunakan test trip untuk
membandingkan pada indikator warna pada tabung test trip sehingga di ketahui
kadar arsen pada makanan.
G. KESIMPULAN
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sampel yang dianalisis
menunjukkan tidak terdeteksi adanya cemaran logam berat Arsen (As). Pada sampel
pangan jajanan ( udang ) yang dijajakan di BTN. Minasaupa Blok M dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi.
DAFTAR PUSTAKA
