Minggu, 09 April 2017

PEMERIKSAAN LOGAM-LOGAM BERAT PADA MAKANAN



DOSEN                         : KHIKI PURNAWATI KASIM SST.,M.Kes

MATA KULIAH           : PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN - A

“LAPORAN PEMERIKSAAN LOGAM-LOGAM BERAT PADA MAKANAN ARSEN DAN PB”




Oleh:

FITRIANI HAMZA
PO.71.4.221.15.1.057
D-IV/II B


KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV
2017





PEMERIKSAAN TIMBAL (PB)
A.    DASAR TEORI
Timbal (Pb) adalah logam berat beracun dan berbahaya yang dapat meracuni lingkungan dan mempunyai dampak pada seluruh sistem didalam tubuh. Salah satu polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor yaitu timbal (Pb). Timbal (Pb) dapat masuk ke tubuh melalui makanan jajanan yang dijual dipinggir jalan dalam keadaan terbuka. Hal ini akan lebih berbahaya lagi apabila makanan tersebut dipajankan dalam waktu yang lama. Kontaminasi timbal di lingkung dapat terjadi pada makanan/minuman, air, udara, dan tanah. Sumber cemaran timbal lainnya adalah peralatan dapur seperti yang terbuat dari porselin, khususnya yang digunakan untuk memasak dan menyajikan makanan. Selain itu, air minum yang disalurkan lewat pipa timbal akan tinggi kandungan timbal yang terlarut dalam air tersebut. Cemaran logam dalam produk pangan olahan yang diatur dalam keputusan Dirjen POM tersebut meliputi Arsen (Ar) 0,25 ppm, Cadmium (Cd) 0,2 ppm, Merkuri (Hg) 0,03 ppm, Timah (Sn) 40 ppm dan Timbal (Pb) 0,25 ppm.
            Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa food borne disease dapat disebabkan oleh bahan kimia seperti logam berat. Logam berat dapat menyebabkan timbulnnya suatu bahaya pada makhluk hidup, karena logam berat tersebut mempunyai sifat yang merusak jaringan tubuh makhluk hidup. Menurut Kepmenkes No:1098/Menkes/SK/VII/2003 dan Peraturan Pemerintah RI No. 28 Tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan. Pada pasal 9 PP No. 28 Tahun 2004 dijelaskan bahwa cara produksi pangan siap saji yang baik harus memperhatikan aspek keamanan pangan dengan cara mencegah tercemarnya pangan siap saji oleh cemaran biologis yang mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan. Namun pada kenyataannya hanya sedikit dari penjual makanan yang mematuhi aturan-aturan tersebut dan biasanya hanya dilaksanakan oleh penjual makanan yang dikelola dengan baik.

B.     TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat mengetahui dan mengidentifikasi Pb pada makanan.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui makanan yang mengandung Pb.

C.     ALAT DAN BAHAN
1. Alat
*      Timbangan
*      Gelas ukur
*      Sendok ukur
*      Spectrognont nova
*      Kuvet
*      Mortal dan pestle

2. Bahan
*      Ubi Goreng
*      Aquades
*      Cairan reagen

D.    PROSEDUR PEMERIKSAAN

Ø  Timbangan di netralkan (0,0) dengan menekan tombol (tare fuction B).
Ø  Timbang sampel ubi goreng sebanyak 25 gr.
Ø  Kemudian sampel ditumbuk sampai halus menggunakan Mortal dan pestle sambil menambahkan aquades sedikit demi sedikit sampai 50 ml bahan yang dihaluskan.
Ø  Setelah sampel tersebut halus masukkan sampel kedalam gelas ukur 80 ml samapai 50 ml.
Ø  Lalu pindahkan sampel tersebut kedalam gelas ukur sebanyak 5 ml.
Ø  Sampel ubi goreng yang telah dipindahkan di gelas sampel kita ukur timbalnya (PB). sebelum mengukur, kita tambahkan cairan reagen pb sebanyak 3 tetes. Selanjutnya pindahkan sampel kedalam kuvet dan pastikan kuvet tersebut kering, ukur kadar timbalnya dengan menggunakan alat spectroquant nova 60.
Ø  Tunggu dan baca hasilnya.

E.     HASIL
Pemeriksaan Timbal (Pb) pada Ubi goreng
*      Sampel                                    : Ubi goreng
*      Jenis pemeriksaan        :  Timbal (Pb)
*      Tanggal                       : 4 April 2017
*      Waktu                         : 09:30 WITA
*      Tempat                        : BTN. Minasaupa Blok M

Pada pemeriksaan yang sudah dilakukan di Lab Kimia Kesehatan Lingkungan Poltekkes Makassar, hasilnya positif mengandung timbal (Pb) dengan jumlah 1,534 mg/l x 2 (pengenceran)= 3,068 mg/l.

F.      ANALISA HASIL
Dari praktikum yang dilakukan pada pemeriksaan timbal (Pb) pada ubi goreng menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dimana fungsi metode SSA ini untuk analisis penentuan unsur-unsur logam, bahan di tumbuk halus dan di campur dengan aquades sehingga homogen mempermudah dalam pemeriksaan Pb. Fungsi reagen sendiri yaitu digunakan pengujian dan menganalisis bahan kimia, penggunaan metode SSA untuk mengetahui kadar timbal (Pb) pada makanan.

G.    KESIMPULAN
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sampel yang dianalisis menunjukkan terdeteksi adanya cemaran logam berat Timbal (Pb) sebanyak 3,068 mg/l pada sampel pangan jajanan ( ubi goreng ) yang dijajakan di BTN. Minasaupa Blok M dapat dikatakan tidak aman untuk dikonsumsi karena melebihi ambang batas cemaran yang ditentukan. Yaitu cemaran logam dalam produk pangan olahan yang diatur dalam keputusan Dirjen POM tersebut adalah Timbal (Pb) 0,25 ppm.






PEMERIKSAAN ARSEN
A.    DASAR TEORI
Arsen (As) atau sering disebut arsenik adalah suatu zat kimia yang ditemukan sekitar abad-13. Sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk senyawa dasar yang berupa substansi inorganik. Arsen inorganik dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan terpapar pada manusia. Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (1975), arsen inorganik bertanggung jawab terhadap berbagai gangguan kesehatan kronis, terutama kanker. Arsen juga dapat merusak ginjal dan bersifat racun yang sangat kuat.
Arsen terkandung dalam ikan dan makanan laut lainnya, seperti udang, cumi-cumi, dan kerang. Kandungan arsen dalam makanan laut mencapai angka lebih dari 4,5 mikrogram arsen/g berat basah. Arsen juga terdapat dalam daging dan sayur-sayuran, namun jumlahnya amat kecil.
Kontaminasi As di lingkungan perairan laut memberikan dampak yang merugikan, terutama di daerah di mana kegiatan industri yang membuang limbahnya yang mengandung As jenis arsenous oxide/arsenite yang secara akut dan kronis beracun terhadap kehidupan perairan laut (UNEP, 1988). Selanjutnya, karena senyawa As dalam jumlah yang signifikan ditemukan pada organisme perairan laut; hal ini menimbulkan tanda tanya mengenai risikonya terhadap manusia manakala mengkonsumsi makanan dari laut.

B.     TUJUAN
1.      Mahasiswa dapat mengetahui dan mengidentifikasi arsen pada makanan.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui makanan yang mengandung arsen

C.     ALAT DAN BAHAN
1.      Alat
*      Mortal dan pestle
*      Gelas ukur
*      Tabung reaksi
*      Sendok ukur
*      Pipet
*      Tabung tes strip
2.      Bahan
*      Udang mentah
*         Reagen As1  
*      Reagen As2
*      Aquades


D.    PROSEDUR PEMERIKSAAN
Ø  Timbang sampel sebanyak 25 gram
Ø  Haluskan sampel menggunakan Mortal dan pestle
Ø  Masukkan sampel yang telah halus ke dalam gelas ukur
Ø  Masukkan aquades sebanyak 50 ml ke gelas ukur, aduk agar homogen
Ø  Setelah itu masukkan sampel kedalam tabung sebanyak 5 ml
Ø  Tambahkan As 1 satu sendok kemudian goyangkan
Ø  Tambahkan As 2 satu sendok kemudian goyangkan
Ø  Buka tempat test strip bewarna hitam (flip) yang menyatu pada pada tutup tabung reaksi lalu masukkan sampel segera masukkan test strip kedalam tempat tersebut, lalu tutup.
Ø  Tunggu selama 20 menit, lalu bandingkan dengan indikator warna pada tabung tes strip.

E.     HASIL
Pemeriksaan Arsen pada Udang
*      Sampel                                    : Udang
*      Jenis pemeriksaan        :  Arsen (As)
*      Tanggal                       : 4 April 2017
*      Waktu                         : 09:30 WITA
*      Tempat                        : BTN. Minasaupa Blok M

Pada pemeriksaan yang sudah dilakukan di Lab Kimia Kesehatan Lingkungan Poltekkes Makassar, hasilnya negatif (0), tidak mengandung Arsen (As).

F.      ANALISA HASIL
Dari praktikum yang dilakukan pada pemeriksaan Arsen (As) pada udang menggunakan test kit dimana fungsi test kit ini untuk uji kualitatif keberadaan Arsen, bahan di tumbuk halus dan di campur dengan aquades sehingga homogen mempermudah dalam pemeriksaan As. Fungsi reagen sendiri yaitu digunakan pengujian dan menganalisis bahan kimia, penggunakan test trip untuk membandingkan pada indikator warna pada tabung test trip sehingga di ketahui kadar arsen pada makanan.


G.    KESIMPULAN
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sampel yang dianalisis menunjukkan tidak terdeteksi adanya cemaran logam berat Arsen (As). Pada sampel pangan jajanan ( udang ) yang dijajakan di BTN. Minasaupa Blok M dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi.



DAFTAR PUSTAKA


LAPORAN PENGAMBILAN CONTOH USAP ALAT MAKAN

     Mata Kuliah : Penyehatan Makanan dan Minuman-A                 Dos en                     : Khiki Purnawati Kasim, SST. M. Kes...